Selasa, 29 Oktober 2013

PULAU BIDADARI

Pulau Bidadari merupakan salah satu resor di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. Sebelum bernama Pulau Bidadari, pulau ini memiliki dua nama yaitu Pulau Sakit dan Pulau Purmerend.

Transportasi

Perjalanan menuju resor ini tidak membutuhkan waktu yang lama karena masih berdekatan dengan daratan Jakarta. Dari dermaga marina Taman Impian Jaya Ancol, perjalanan menuju ke resor ini hanya membutuhkan waktu setengah jam dengan menggunakan kapal cepat (speedboat) milik pengelola pulau. Karena dekat dengan Jakarta, pengunjung yang datang ke resor ini ada yang menggunakan jetski.
Dalam satu hari setidaknya ada dua hingga tiga kali keberangkatan kapal dari dermaga Marina Ancol dan dari pulau. Jadwal keberangkatan kapal, paling banyak pada hari Sabtu sedangkan pada hari biasa, jadwal keberangkatan kapal hanya dua kali.

Perjalanan

Sepanjang perjalanan menuju resor ini, bisa disaksikan gugusan pulau yang sarat dengan nilai sejarah seperti Pulau Cipir (Pulau Kahyangan), Onrust dan Kelor. Pulau-pulau tersebut pernah digunakan oleh penjajah VOC Belanda sehingga banyak terlihat bangunan-bangunan peninggalan Belanda seperti benteng dan pelabuhan kuno.

Sejarah

Pada abad ke-17, pulau ini merupakan penunjang aktivitas Pulau Onrust karena letaknya yang tidak berjauhan dengannya. Karena menjadi penunjang, di pulau ini dibangun pula sarana-sarana penunjang. Pada tahun 1679, VOC membangun sebuah rumah sakit lepra atau kusta yang merupakan pindahan dari Angke. Karena itulah, pulau ini sempat dinamakan Pulau Sakit.
Saat bersamaan, Belanda mendirikan benteng pengawas. Benteng yang dibangun ini lebih berfungsi sebagai sarana pengawasan untuk melakukan pertahanan dari serangan musuh. Sebelum pulau ini diduduki oleh Belanda, orang Ambon dan Belanda pernah tinggal di pulau ini.
Sekitar tahun 1800, armada laut Britania Raya menyerang pulau ini dan menghancurkan bangunan di atas pulau ini. Sekitar tahun 1803 Belanda yang kembali menguasai Pulau Bidadari dan membangunnya kembali. Akan tetapi Britania kembali menyerang tahun 1806, Pulau Onrust dan Pulau Bidadari serta pulau lainnya hancur berantakan. Tahun 1827 pulau ini kembali dibangun oleh Belanda dengan melibatkan pekerja orang Tionghoa dan tahanan. Bangunan yang dibangun adalah asrama haji yang berfungsi hingga tahun 1933.
Pulau ini sebelum menjadi resor sempat kosong dan tidak berpenghuni sampai dengan tahun 1970. Bahkan pulau ini tidak pernah dikunjungi orang. Pada awal tahun 1970-an, PT Seabreez mengelola pulau ini untuk dijadikan sebagai resor wisata.
Semenjak tahun 1970 ini, untuk menarik pengunjung, pulau ini berganti nama menjadi Pulau Bidadari. Alasan pengambilan nama menjadi Pulau Bidadari diilhami dari nama pulau lainnya di Kepulauan Seribu seperti Pulau Putri, Pulau Nirwana, dan lainnya.

Objek wisata

Peninggalan-peninggalan bersejarah dari zaman penjajahan Belanda menjadi daya tarik tersendiri di Pulau Bidadari. Di resor ini memang ditawarkan untuk menginap sembari bersantai menikmati suasana laut.
Karena letaknya berdekatan dengan Jakarta, banyak pengunjung yang datang sekedar berwisata sehari atau tidak menginap yang lebih dikenal dengan One Day Tour. Pengunjung yang datang di sini selain ingin bersantai menikmati sejuknya angin laut, juga ingin melihat bangunan-bangunan bersejarah yang berada di Pulau Bidadari.

Fasilitas

Berbeda dengan resor lainnya, resor Pulau Bidadari memiliki resor yang berada di atas laut atau yang dikenal dengan cottage apung (floating cottage). Cottage ini berupa rumah panggung di atas air layaknya perkampungan nelayan. Selain itu juga terdapat cottage di darat yang terdiri dari dua model yakni model panggung dan bukan panggung. Cottage model panggung didesain mirip dengan rumah adat minahasa.
Bila ingin berwisata air maka bisa bermain dengan banana boat, jetski, kano atau kayak laut dan sejumlah aktivitas lainnya seperti memancing dan berenang di pantai.
Di bibir pantai terdapat sejumlah pendopo untuk tempat duduk bersantai atau sekedar rebahan melepas kepenatan dan menikmati sejuknya hembusan angin pantai. Resor Pulau Bidadari juga memiliki taman yang berada di bawah rindangnya pohon-pohon sehingga tak perlu khawatir akan kepanasan.
Bila pengunjung hendak menyeberang ke Pulau Onrust, pengelola pulau menyediakan speedboat kecil untuk mengantar.


Tingkatkan DEVISA lewa Wisman

Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu optimis wisatawan asing yang mengunjungi tempat-tempat wisata di Tanah Air sesuai target sebesar 9 juta wisatawan.
"Kita realistis saja. Kita optimis ke 9 juta (target awal). Tapi kalau kita realistis mungkin ke 8,6 sampai 8,7 juta," kata Marie di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (10/6).
Terlepas dari kondisi ekonomi Amerika dan Eropa yang masih tidak menentu, Marie justru melihat potensi wisatawan berkunjung ke Indonesia lebih banyak berasal dari negara-negara di regional Asia.
"Kebanyakan pertumbuhan wisman (wisatawan mancanegara) yang datang ke Indonesia itu dari kawasan, itu dari ASEAN. ASEAN itu tumbuhnya tinggi dan RRT (Republik Rakyat Tiongkok), Korea, bahkan Jepang," papar Marie.
Marie mengatakan, wisatawan asing asal Jepang kuartal pertama bertumbuh sebesar 10 persen atau lebih tinggi dari tahun 2012 yang bertumbuh 5 persen. Peningkatan wisman Jepang dikarenakan karena pertumbuhannya membaik dan ada masalah political tension antara Jepang, China dan Korea, sehingga banyak yang ke Indonesia.
"Tahun sebelumnya justru negatif pertumbuhannya," papar Marie.
Sementara itu, pertumbuhan wisatawan mancanegara yang berasal dari China masih bertumbuh sekitar 20 persen. "Jadi kita melihat dari pertumbuhan kawasan mudah-mudahan itu bisa mengimbangi penurunan dari Eropa dan Amerika," imbuh Marie.
Dari sisi nilai, kunjungan wisatawan mancanegara tersebut diharapkan bisa menyumbang devisa mencapai angka USD 9,6 miliar tahun ini. "Masih sekitar nomor 5 lah ya penyumbang devisa," tutur Marie.
Marie lebih optimis lagi terkait kunjungan wisatawan domestik ke tempat-tempat wisata di Tanah Air yang tetap tinggi. "Kalau domestik turis lebih optimis lagi karena peningkatan dari kelas menengah. 3,5 persen lah pertumbuhan wisatawan dalam negeri. Kita lihat dari penerbangan, peningkatan jumlah hotel, budget yang dibangun. Itu menunjukkan antisipasi domestik masih bagus," tutup Marie.

Turis Jepang Gemar Ke Bali

Mengintip para turis cantik Jepang berlibur ke Bali

Pesona alam pantai Jimbaran, Kuta Bali membuat turis cantik Jepang jatuh cinta dengan keindahan pantainya yang bening.
Follow @merdekadotcom

 
Pesona alam pantai Jimbaran, Kuta Bali membuat turis cantik Jepang jatuh cinta dengan keindahan pantainya  yang bening.
©2013 Merdeka.com/dwi narwoko
 
Seorang turis seksi asal Jepang sedang berjemur di kolam renang dekat pantai Hotel Ayana Jimbaran, Bali, Sabtu (22/06). Pesona alam dan pantai di Bali sebagai tujuan wisata turis lokal maupun turis dari berbagai negara untuk menikmati indahnya suasana Bali.

Liburan Panjang yuk

Libur Panjang, The Jungle & Taman Safari Dipadati Pengunjung

Posted: 15/10/2013 10:40
 
Libur Panjang, The Jungle & Taman Safari Dipadati Pengunjung
 
(Liputan6.com/Herman Zakharia)
Liputan6.com, Jakarta : Libur panjang lebaran Idul Adha kerap dimanfaatkan warga untuk menyambangi berbagai tempat wisata, termasuk The Jungle dan Taman Safari Indonesia yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat. Kedua tempat wisata ini kebanjiran ribuan pengunjung, baik dari dalam maupun luar kota.
Humas The Jungle, Winda Okta Nurbani mengungkapkan, pihaknya menargetkan jumlah pengunjung pada libur lebaran ini mencapai 5.000 orang per hari.
"Sampai dengan siang tadi, jumlah pengunjung yang memadati The Jungle sebanyak 3.000 orang dari target 5.000 pengunjung," ujarnya saat dihubungi Liputan6.com, Senin (14/10/2013).
Target pengunjung tersebut, lanjut dia, mulai dari Sabtu (12/10/2013) hingga Selasa (15/10/2013). Sedangkan pada akhir pekan lalu, pengunjung wisata air ini melonjak hingga 6.000 orang. 

Sementara itu, Humas Taman Safari Indonesia (TSI), Julius H Suprihardjo mengatakan, pengunjung mulai ramai pada akhir pekan lalu dan puncaknya akan terjadi besok.
"Pengunjung ramai sekali, tapi kami tidak bisa memberikan data realisasi maupun target pengunjung selama libur lebaran ini," paparnya yang dihubungi secara terpisah.
Selain wahana Komodo Dragon Island yang menjadi andalah TSI, kata Julius, pihaknya memiliki program khusus bagi anak-anak dan dewasa untuk bermain bersama dengan mamalia lumba-lumba. 

"Jadi bisa untuk terapi, bermain bersama yang bisa menampung sekitar 6 orang pengunjung setiap setengah jam sekali," tuturnya. 

TSI, sambung dia, juga mempunyai program kepedulian sosial dengan meacnyumbangkan 23 ekor kambing kepada masyarakat sekitar lokasi TSI. (Fik/Ndw)