Jumat, 29 November 2013

Wisata sejarah di Jakarta


Pelabuhan Sunda Kelapa
pelabuhan sunda kelapa

Terletak di muara sungai Ciliwung dan merupakan pelabuhan tertua di Indonesia yang telah melakukan aktifitas perekonomian sejak zaman Hindu Pajajaran abad 14 dan masih tetap berjalan hingga kini. Di dermaga berjajar kapal tradisional Bugis jenis “ phinisi” yang melakukan bongkar muat barang. Kapal – kapal kayu ini dahulu sanggup mengarungi samudera sampai ke Madagaskar.


Museum Bahari
Berada di Pasar Ikan No. 1, tidak jauh dari pelabuhan Sunda Kelapa, musium Bahari menempati gedung tua bekas benteng Cuylenburg yang dahulunya merupakan gudang rempah – rempah VOC dan dibangun tahun 1652. Museum ini menyajikan berbagai model perahu dan kapal tradisional Indonesia seperti kapal perang dari maluku “Kora – Kora” perahu layar tiang panjang dari Bugis “Phinisi” dan juga “Sarkopagus” yaitu kuburan yang berbentuk perahu dari suku Batak.

Juga dipamerkan pula berbagai jenis biota laut yang telah diawetkan seperti : kerang, penyu dan satwa langka laut lainya. Aneka peralatan navigasi dan peralatan kebaharian lainya juga banyak dipamerkan di sini.

Di depan museum Bahari terdapat menaa syahbandar yang dibangun pada tahun 1839 dan berfungsi sebagai menara pengawas kapal yang keluar masuk pelabuhan sunda kelapa kala itu.


Museum Sejarah Jakarta.
museum sejarah jakarta

Berada di J. Taman Fatahillah No.1 dan awalnya merupakan gedung balaikota (Staadhuis) pertama di Batavia yang dibangun pada tahun 1627. Tahun 1970 gedung ini dipugar dan pada tanggal 14 april 1974 resmi dijadikan sebagai Museum Sejarah Jakarta.
 

Museum Taman Prasasti
musium taman prasasti

Semula lahan yang terletak di Tanah Abang I ini adalah taman pemakaman umum yang bernama “Kebon Jahe Kober” dengan luas 5,5 Hektar dan dibangun pada tahun 1795 untuk menggantikan kuburan di samping gereja Nieuw Hollandsce Kerk (kini musium wayang) yang sudah penuh. Sejak tanggal 9 juli 1977 pemakaman ini ditutup dan dijadikan Museum Taman Prasasti.

Koleksi prasasti, nisan dan makamyang berjumlah 1.372 buah kebanyakan terbuat dari batu dan perunggu. Di sini dapat disaksikan makam beberapa tokoh Belanda seperti A.V Michiels (terkenal pada perang buleleng), Dr. H.F. Roll (pendiri STOVIA atau sekolah kedokteran pada zaman Belanda), J.H.R Kohler (terkenal pada perang aceh), Olivia Marianne Raffles (istri Thomas Stamford Raffles) dan Kapitan Jas yang makamnya diyakini oleh sebagian orang dapat memberikan kesuburan, keselamatan, kemakmuran dan kebahagiaan. Karena perkembangan kota, luas museum kini dierkecil menjadi tinggal 1,3 Hektar.
 

Museum Satriamandala
museum satria mandala

Terletak di Jalan Gatot Subroto No.14 dan merupakan tempat ntuk lebih mengenal sejarah perkembangan tentara Indonesia dari jaman perjuangan kemerdekaan hingga jaman reformasi. Pada sebelah kanan bangunan museum sartiamandala, terdapat museum Waspada Purbawisesa.

Koleksi yang terdapatdi museum ini berupa pesawat tempur, tank dan aneka jenis senjata berat dan ringan, lambang dan simbol – simbol kemiliteran, diorama serta masih banyak lagi. Terdapat pula ruang Jendral Urip Sumiharjo dan ruang Jenderal Sudirman yang koleksinya antara lain tandu yang digunakan pada masa perang gerilya di daerah Yogyakarta.
 

Monumen Proklamator
museum proklamasi

Terletak di halaman gedung perintis kemerdekaan, Jl. Proklamasi No. 56 yang semula merupakan rumah kediaman Ir. Soekarno presiden RI pertama. Monumen ini didirikan pada tahun 1980 dengan patung Soekarno dan Moh Hatta terbuat dari perunggu yang masing – masing berukuran 46 meter dan 43 meter dengan berat 1-2 ton untuk setiap patungnya. Di depanya terdapat replika naskah proklamasi dari perunggu dengan ukuran 60 x 90 Cm yang merupakan pembesaran 200 kali dari ukuran aslinya.
 

Gedung Kesenian Jakarta.
gedung kesenian jakarta

Banguanya bergaya neo-renaisance yang didirikan pada tahun 1821 adalah sebagai gedung kesenian atau pada zaman belanda namanya Schouwburg.

Di gedung ini sering diadakan pagelaran kesenian baik tradisional maupun seni kontemporer dan modern.
 

Gedung Arsip Nasional
gedung arsip nasional

Dibangun oleh Renier de Klerk seorang anggota dewan Hindia Belanda yang kemudian diangkat menjadi Gubernur jenderal (tahun 1777 – 1780) sebagai rumah peristirahatan di Molenvelt West.

Bangunan ini selanjutnya dijadikan gedung arsip nasional dan terletak di Jl. Gajah Mada No. 111. Arsitektur dan perabotan rumah yang ada di dalamnya masih tetap dipertahankan seperti aslinya.


Gedung Joeang ‘45
gedung joeang'45

Dibangun tahun 1939, bangunan yang berada di Menteng Raya No. 31 yang mulanya merupakan hotel Schomper pada zaman Belanda. Kala itu hotel ini merupakan salah satu hotel termewah di Jakarta dengan interior yang megah. Setelah beberapakali berganti fungsi, akhirnya gedung ini dijadikan Museum.

Koleksi yang ditampilkan antara lain berupa peralatan perang gerilya, atribut dan seragam ketentaraan masa lalu, bendera kesatuan laskar, foto – foto serta lukisan – lukisan yang menggambarkan para pejuang dalam merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.


Mesjid Istiqlal
mesjid Istiqlal

Merupakan mesjid negara yang letaknya di sebelah timur laut dari monumen nasional (monas). Dibangun pada tahun 1964 arsiteknya seorang kristen bernama Federick Silaban. Mesjid terbesar di Indonesia ini mampu menampung lebih dari 100.000 jema’ah sekaligus.


Museum Wayang
Terletak di jalan Pintu Besar Utara No. 27, sebelah barat dari musium sejarah Jakarta. Menempati lahan bekas gereja Belanda Oude Hollandsche Kerk (1640 – 1732) dan gereja Niew Hollandsche Kerk (1736 – 1808) yang kemudian hancur akibat gempa bumi.

Bangunan yang nampak saat ini didirikan pada tahun 1912 sebagai gudang milik perusahaan Geo Wehry. Setelah beberapakali berpindah kepemilikan serta berubah fungsi, akhirnya pada tanggal 13 Agustus 1975 diresmikan sebagai Museum Wayang.

Koleksi yang terdapat di museum Wayang berupa enis dan bentuk wayang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti wayang kulit, wayang golek, wayang rumput, wayang beber, topeng – topeng serta perangkat gamelan. Wayang serta boneka dari berbagai negara seperti Cina, Inggris, Kamboja, Malaysia dan Thailand ikut melengkapi koleksi di museum ini.
 

Museum senirupa & keramik
museum seni rupa dan keramik

Bangunan yang semula dikenal sebagai “gedung bicara” atau Raad Van Justice di zaman kolonial belanda ini terletak Jl. Pos Kota No.2 yang berdiri sejak tahun 1870 dan akhirnya pada tanggal 20 Agustus 1976 resmi difungsikan sebagai Museum Senirupa Dan Keramik.

Selain merupakan ruang pameran dari para seniman lukisan terkemuka dan para pematung yang ada di Indonesia, museum ini juga menyimpan aneka koleksi keramik baik yang berasal dari berbagai darah yang ada di Indonesia maupun dari manca negara.

Keramik Plered Kosongan, Lombok, serta keramik dari Asia dan Eropa turut melengkapi koleksi museum.


Museum Tekstil
Museum yang terletak di Jl. KS Tubun No.4 dan dibangun pada abad ke 19 ini semula merupakan rumah tinggal bangsawan perancis. Setelah beberapakali berpindah kepemilikan dan fungsinya, pada tahun 1975 diserahkan kepada pemerintah DKI Jakarta yang selanjutnya dijadikan Museum Tekstil.


Museum Nasional
Museum Nasional

Gedung ini didirikan oleh sebuah lembaga ilm pengetahuan Bataviasche Genootschap van Kunsten en Wetenschappen pada tahun 17778, terletak di Jl. Medan Merdeka Barat No.12.

Museum yang menyimpan 109.342 koleksi benda budaya ini didepanya terdapat sebuah patung gajah yang terbuat dari perunggu hadiah dari raja Chulalongkorn dari Siam (Thailand) saat mengunjngi Batavia pada tahun 1871. Oleh sebab itu museum nasional juga dikenal sebagai Museum Gajah.

Di museum ini tersimpan koleksi benda pra-sejarah seperti alat-alat yang terbuat dari batu, tulang, tanduk dan kerang. Juga terdapat berbagai koleksi benda – benda keramik abad 5 hingga 15 yang berasal dari daratan Asia, Eropa maupun Persia.

Berbagai benda relief sejarah yang berasal dari abad 16 hingga 19 tersimpan dengan rapi, disamping koleksi perabotan peninggalan orang belanda.

Terdapat pula koleksi perhiasan emas, berlian serta batu mulia, pusaka dan singgasana para raja serta berbagai perabot yang terbuat dari emas milik bangsawan masa lalu.


Monumen Nasioal (Monas)
Berada tepat di jantung kota Jakarta, Monas yang memiliki taman seluas 80 Hektar ini merupakan titik nol hitungan pemetaan jakarta. Diarsiteki oleh Sudarsono dan F Silaban dengan konsultan Ir. Rooseno, tugu setinggi 137 Meter ini resmi dibuka pada tanggal 12 Juni 1975 atau hampir 14 tahun sejak pemancangan tiang oleh presiden Soekarno pada tahun 1961.

Jakarta


Dibangun dengan dana hasil sumbangan masyarakat Indonesia ketika itu, Monas yang dirancang mampu bertahan selama 1000 tahun merupakan monumen untuk mengenang semangat perjuangan kemerdekaan dan peringatan guna meningkatkan patriotisme bangsa Indonesia, yang dilambangkan dalam bentuk lidah api terbuat dari perunggu seberat 143 ton dan dilapisi dengan 35 Kg emas murni.

Di ruang bawah monumen terdapat museum diorama yang menggambarkan perjalanan sejarah bangsa Indonesia dari masa perjuangan merenut kemerdekaan hingga masa orde baru . juga terdapat ruang kemerdekaan dimana kita dapat mendengarkan rekaman suara bung Karno saat membaca naskah proklamasi di pagi hari tanggal 17 Agustus 1945. dengan lift yang berkapasitas 8 orang, pengunjung dapat mencapai puncak monumen dan menyaksikan panorama kota Jakarta.

Taman di sekitar monas saat ini menjadi lebih sejuk, bersih dan rapi dengan aneka tumbuhan hijau serta adanya satwa rusa totol yang memberi keindahan alam tersendiri. Pada hari minggu pagi banyak masyarakat yang memanfaatkan kawasan ini untuk berolahraga nersama keluarga atau berkeliling dengan menggunakan delman

Selasa, 29 Oktober 2013

PULAU BIDADARI

Pulau Bidadari merupakan salah satu resor di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. Sebelum bernama Pulau Bidadari, pulau ini memiliki dua nama yaitu Pulau Sakit dan Pulau Purmerend.

Transportasi

Perjalanan menuju resor ini tidak membutuhkan waktu yang lama karena masih berdekatan dengan daratan Jakarta. Dari dermaga marina Taman Impian Jaya Ancol, perjalanan menuju ke resor ini hanya membutuhkan waktu setengah jam dengan menggunakan kapal cepat (speedboat) milik pengelola pulau. Karena dekat dengan Jakarta, pengunjung yang datang ke resor ini ada yang menggunakan jetski.
Dalam satu hari setidaknya ada dua hingga tiga kali keberangkatan kapal dari dermaga Marina Ancol dan dari pulau. Jadwal keberangkatan kapal, paling banyak pada hari Sabtu sedangkan pada hari biasa, jadwal keberangkatan kapal hanya dua kali.

Perjalanan

Sepanjang perjalanan menuju resor ini, bisa disaksikan gugusan pulau yang sarat dengan nilai sejarah seperti Pulau Cipir (Pulau Kahyangan), Onrust dan Kelor. Pulau-pulau tersebut pernah digunakan oleh penjajah VOC Belanda sehingga banyak terlihat bangunan-bangunan peninggalan Belanda seperti benteng dan pelabuhan kuno.

Sejarah

Pada abad ke-17, pulau ini merupakan penunjang aktivitas Pulau Onrust karena letaknya yang tidak berjauhan dengannya. Karena menjadi penunjang, di pulau ini dibangun pula sarana-sarana penunjang. Pada tahun 1679, VOC membangun sebuah rumah sakit lepra atau kusta yang merupakan pindahan dari Angke. Karena itulah, pulau ini sempat dinamakan Pulau Sakit.
Saat bersamaan, Belanda mendirikan benteng pengawas. Benteng yang dibangun ini lebih berfungsi sebagai sarana pengawasan untuk melakukan pertahanan dari serangan musuh. Sebelum pulau ini diduduki oleh Belanda, orang Ambon dan Belanda pernah tinggal di pulau ini.
Sekitar tahun 1800, armada laut Britania Raya menyerang pulau ini dan menghancurkan bangunan di atas pulau ini. Sekitar tahun 1803 Belanda yang kembali menguasai Pulau Bidadari dan membangunnya kembali. Akan tetapi Britania kembali menyerang tahun 1806, Pulau Onrust dan Pulau Bidadari serta pulau lainnya hancur berantakan. Tahun 1827 pulau ini kembali dibangun oleh Belanda dengan melibatkan pekerja orang Tionghoa dan tahanan. Bangunan yang dibangun adalah asrama haji yang berfungsi hingga tahun 1933.
Pulau ini sebelum menjadi resor sempat kosong dan tidak berpenghuni sampai dengan tahun 1970. Bahkan pulau ini tidak pernah dikunjungi orang. Pada awal tahun 1970-an, PT Seabreez mengelola pulau ini untuk dijadikan sebagai resor wisata.
Semenjak tahun 1970 ini, untuk menarik pengunjung, pulau ini berganti nama menjadi Pulau Bidadari. Alasan pengambilan nama menjadi Pulau Bidadari diilhami dari nama pulau lainnya di Kepulauan Seribu seperti Pulau Putri, Pulau Nirwana, dan lainnya.

Objek wisata

Peninggalan-peninggalan bersejarah dari zaman penjajahan Belanda menjadi daya tarik tersendiri di Pulau Bidadari. Di resor ini memang ditawarkan untuk menginap sembari bersantai menikmati suasana laut.
Karena letaknya berdekatan dengan Jakarta, banyak pengunjung yang datang sekedar berwisata sehari atau tidak menginap yang lebih dikenal dengan One Day Tour. Pengunjung yang datang di sini selain ingin bersantai menikmati sejuknya angin laut, juga ingin melihat bangunan-bangunan bersejarah yang berada di Pulau Bidadari.

Fasilitas

Berbeda dengan resor lainnya, resor Pulau Bidadari memiliki resor yang berada di atas laut atau yang dikenal dengan cottage apung (floating cottage). Cottage ini berupa rumah panggung di atas air layaknya perkampungan nelayan. Selain itu juga terdapat cottage di darat yang terdiri dari dua model yakni model panggung dan bukan panggung. Cottage model panggung didesain mirip dengan rumah adat minahasa.
Bila ingin berwisata air maka bisa bermain dengan banana boat, jetski, kano atau kayak laut dan sejumlah aktivitas lainnya seperti memancing dan berenang di pantai.
Di bibir pantai terdapat sejumlah pendopo untuk tempat duduk bersantai atau sekedar rebahan melepas kepenatan dan menikmati sejuknya hembusan angin pantai. Resor Pulau Bidadari juga memiliki taman yang berada di bawah rindangnya pohon-pohon sehingga tak perlu khawatir akan kepanasan.
Bila pengunjung hendak menyeberang ke Pulau Onrust, pengelola pulau menyediakan speedboat kecil untuk mengantar.


Tingkatkan DEVISA lewa Wisman

Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu optimis wisatawan asing yang mengunjungi tempat-tempat wisata di Tanah Air sesuai target sebesar 9 juta wisatawan.
"Kita realistis saja. Kita optimis ke 9 juta (target awal). Tapi kalau kita realistis mungkin ke 8,6 sampai 8,7 juta," kata Marie di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (10/6).
Terlepas dari kondisi ekonomi Amerika dan Eropa yang masih tidak menentu, Marie justru melihat potensi wisatawan berkunjung ke Indonesia lebih banyak berasal dari negara-negara di regional Asia.
"Kebanyakan pertumbuhan wisman (wisatawan mancanegara) yang datang ke Indonesia itu dari kawasan, itu dari ASEAN. ASEAN itu tumbuhnya tinggi dan RRT (Republik Rakyat Tiongkok), Korea, bahkan Jepang," papar Marie.
Marie mengatakan, wisatawan asing asal Jepang kuartal pertama bertumbuh sebesar 10 persen atau lebih tinggi dari tahun 2012 yang bertumbuh 5 persen. Peningkatan wisman Jepang dikarenakan karena pertumbuhannya membaik dan ada masalah political tension antara Jepang, China dan Korea, sehingga banyak yang ke Indonesia.
"Tahun sebelumnya justru negatif pertumbuhannya," papar Marie.
Sementara itu, pertumbuhan wisatawan mancanegara yang berasal dari China masih bertumbuh sekitar 20 persen. "Jadi kita melihat dari pertumbuhan kawasan mudah-mudahan itu bisa mengimbangi penurunan dari Eropa dan Amerika," imbuh Marie.
Dari sisi nilai, kunjungan wisatawan mancanegara tersebut diharapkan bisa menyumbang devisa mencapai angka USD 9,6 miliar tahun ini. "Masih sekitar nomor 5 lah ya penyumbang devisa," tutur Marie.
Marie lebih optimis lagi terkait kunjungan wisatawan domestik ke tempat-tempat wisata di Tanah Air yang tetap tinggi. "Kalau domestik turis lebih optimis lagi karena peningkatan dari kelas menengah. 3,5 persen lah pertumbuhan wisatawan dalam negeri. Kita lihat dari penerbangan, peningkatan jumlah hotel, budget yang dibangun. Itu menunjukkan antisipasi domestik masih bagus," tutup Marie.

Turis Jepang Gemar Ke Bali

Mengintip para turis cantik Jepang berlibur ke Bali

Pesona alam pantai Jimbaran, Kuta Bali membuat turis cantik Jepang jatuh cinta dengan keindahan pantainya yang bening.
Follow @merdekadotcom

 
Pesona alam pantai Jimbaran, Kuta Bali membuat turis cantik Jepang jatuh cinta dengan keindahan pantainya  yang bening.
©2013 Merdeka.com/dwi narwoko
 
Seorang turis seksi asal Jepang sedang berjemur di kolam renang dekat pantai Hotel Ayana Jimbaran, Bali, Sabtu (22/06). Pesona alam dan pantai di Bali sebagai tujuan wisata turis lokal maupun turis dari berbagai negara untuk menikmati indahnya suasana Bali.

Liburan Panjang yuk

Libur Panjang, The Jungle & Taman Safari Dipadati Pengunjung

Posted: 15/10/2013 10:40
 
Libur Panjang, The Jungle & Taman Safari Dipadati Pengunjung
 
(Liputan6.com/Herman Zakharia)
Liputan6.com, Jakarta : Libur panjang lebaran Idul Adha kerap dimanfaatkan warga untuk menyambangi berbagai tempat wisata, termasuk The Jungle dan Taman Safari Indonesia yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat. Kedua tempat wisata ini kebanjiran ribuan pengunjung, baik dari dalam maupun luar kota.
Humas The Jungle, Winda Okta Nurbani mengungkapkan, pihaknya menargetkan jumlah pengunjung pada libur lebaran ini mencapai 5.000 orang per hari.
"Sampai dengan siang tadi, jumlah pengunjung yang memadati The Jungle sebanyak 3.000 orang dari target 5.000 pengunjung," ujarnya saat dihubungi Liputan6.com, Senin (14/10/2013).
Target pengunjung tersebut, lanjut dia, mulai dari Sabtu (12/10/2013) hingga Selasa (15/10/2013). Sedangkan pada akhir pekan lalu, pengunjung wisata air ini melonjak hingga 6.000 orang. 

Sementara itu, Humas Taman Safari Indonesia (TSI), Julius H Suprihardjo mengatakan, pengunjung mulai ramai pada akhir pekan lalu dan puncaknya akan terjadi besok.
"Pengunjung ramai sekali, tapi kami tidak bisa memberikan data realisasi maupun target pengunjung selama libur lebaran ini," paparnya yang dihubungi secara terpisah.
Selain wahana Komodo Dragon Island yang menjadi andalah TSI, kata Julius, pihaknya memiliki program khusus bagi anak-anak dan dewasa untuk bermain bersama dengan mamalia lumba-lumba. 

"Jadi bisa untuk terapi, bermain bersama yang bisa menampung sekitar 6 orang pengunjung setiap setengah jam sekali," tuturnya. 

TSI, sambung dia, juga mempunyai program kepedulian sosial dengan meacnyumbangkan 23 ekor kambing kepada masyarakat sekitar lokasi TSI. (Fik/Ndw)